Martabak Bolu di Martabak Bolu di stasiun Metro Metaxourghio Athena

 

Martabak Bolu di stasiun Metro Metaxourghio Athena

Megara Greece, Fri Dec 25, 2009 4:39 pm
Dear Bangoers,

Cukup membuat saya penasaran lama sekali untuk mencicipi martabak bolu Golden Bell. Sejak tahun lalu saya membuka sayembara buku Perkawinan Antarbangsa; Love and Shock dengan sponsor utama Marbol. Juga seringnya Ibu Nadia mengirim hadiah marbol ke para rekan Bangoers, membuat saya mirip orang ngidam ingin makan marbol.

Setelah lebih setahun akhirnya, cita-cita dan harapan saya tercapai. Walau sebenarnya marbol seharusnya sudah tiba sejak bulan September lalu. Namun karena ketika itu Lebaran, dan tidak berproduksi. Akhirnya tepat di Hari Natal 2009 ini saya menerima marbol dalam kemasan yang rapi dan menggairahkan nafsu ingin segera mencoba.

Tiga hari lalu, saya langsung menghubungi Ibu Nadia-minta marbolnya dititipkan ke travel agent yang membawa rombongan turis Indonesia berlibur di Yunani. Hanya dalam waktu 3 jam marbol tiba di Jakarta dari Bandung. Beberapa belas jam kemudian sudah tiba di Bandara El Benizelos Yunani.

Teman yang membawa marbol, memasukkannya dalam koper sebab peraturan keamanan segala makanan dan cairan masuk ke dalam koper dan tidak boleh dijinjing. Sempat saya deg-degan juga-sebab saya minta bantuan Ibu Nadia membelikan kecap bango kemasan plastik. Khawatir kecapnya pecah dan kena marbol:)

Begitu bertemu teman yang membawa saya harus sabar menanti, ternyata dia meminta saya ikut bersama grup yg membawa 34 orang turis Indonesia ke hotel tempat mereka bermalam. Sebab rombongan tiba di Athena jam 3 sore. Tiba di Hotel saya juga harus menunggu hingga semua turis mendapat kamar masing-masing. Akhirnya di lobby Hotel dibukalah koper teman tsb dan bahagia saya melihat tulisan Martabak Bolu Golden bell.

Kembali ke Megara naik KA metro, saya tidak sabar lagi. Langsung ambil kamera dan kotak marbol difoto sendiri di stasiun Metaxurgio. Keinginan saya marbol di foto di Acropolis (siapa tahu bisa jadi foto iklan).
Sayang model wanita cantik yang saya minta pegang marbol tidak mau difoto wajahnya. Jadi dia pegang marbol dan hanya tampak tangannya dan kotak marbol.

Selesai foto-2 marbolnya, saya langsung celinguk lihat isi kotak. Wah ternyata tidak ada kecap Bango. Penasaran lagi, kotak marbol yg warnanya hitam khas, saya buka. Ternyata oleh Ibu Nadia, Kecap Bangonya diselipkan diatas marbol. Setiap kotak berisi satu kecap Bango kemasan plastik kecil. Kebetulan kedatangan kecap Bango bertepatan habisnya persediaan kecap Bango yang diberi teman saya dua bulan lalu.

Mumpung di Metro sepi, saya langsung ingin coba cicipi marbol. Saya lihat Marbol belum dipotong. Saya batalkan makan dan sabar menunggu tiba di rumah. Namun saya buka lagi kotaknya untuk kedua kalinya, saya temukan pisau putih plastik. Langsung gembira dan potong ujung marbol rasa coklat keju.

Kesan pertama, marbol empuk, legit dan harum khas martabak manis. Ada penumpang orang Yunani disebarang, melihat saya makan marbol dengan lahap-mungkin dia ngiler juga.

Tiba di rumah, langsung saya kasih tahu anak-anak saya. "Kakak, ini ada martabak bolu dari Indonesia langsung masih fresh(segar)!"
Anak tertua saya langsung mengambil piring dan garpu (cara makan ala Yunani selalu pakai garpu). Marbol yang baru diiris ujungnya, dia langsung buka dan potong. Sebelumnya dia minta izin saya, apakah boleh dia makan lagi. Juga bertanya ada berapa loyang marbolnya. Setelah saya jelaskan ada dua loyang. Dia langsung makan seloyang sendiri. Berkali-kali dia sebutkan "Hmm enak Mam, adduh enak sekali martabaknya." Entah berapa kali dia berulang-ulang mengucapkan kata 'enak'. Dalam hati saya geli dan senang melihat anak saya makan marbol.

Terima kasih Ibu Nadia atas kiriman marbol dan kecap bangonya.

Salam kuliner!

Hartati Nurwijaya in Megara Greece
http://bahaya-alkohol.blogspot.com